Berikut adalah poster produk olahan wortel untuk memenuhi persyaratan sertifikasi pemasaran. Terima kasih.
https://drive.google.com/file/d/1CI0Q774FCn0vKPPkLqkSDJ5was3K3cws/view?usp=sharing
Adinda's Stories
Lakukan bagianmu, biarkan Allah melakukan bagianNya
Minggu, 15 Juli 2018
Senin, 03 November 2014
Identifikasi Diferensiasi & Stratifikasi Sosial pada Desa Jatimalang
NIM : 145040100111112
Kelas : C
Fakultas: Pertanian
Jurusan : Sosial Ekonomi Pertanian
Universitas Brawijaya Malang
Modul 6
1. Identifikasi
& jelaskan situasi kondisi umum desa tersebut, meliputi data dan informasi
yang ada pada jurnal acuan
Desa Jatimalang
berada di wilayah Kecamatan Purwodadi Kabupaten Purworejo. Desa Jatimalang
terdiri atas 4 dusun, yaitu Dusun Krajan I, Dusun Krajan II, Dusun Patalan, dan
Dusun Pathuk. Desa Jatimalang termasuk desa pantai dengan suhu udara rata-rata
36o C. Luas Desa
Jatimalang sekitar 150,098 ha, dengan pembagian sebagai berikut:
Tabel
1. Luas lahan menurut peruntukannya di Desa Jatimalang tahun 2003
Jenis
Peruntukan Lahan Luas Lahan (ha)
|
Persentase (%)
|
Sawah tadah
hujan
|
51,745 34,5
|
Pekarangan dan
pemukiman
|
49,353 32,9
|
Tempat
rekreasi pantai
|
23,000 15,3
|
Tambak
|
18,000 12,0
|
Tegalan
|
6,000 4,0
|
Kuburan
|
2,000 1,3
|
Jumlah
|
150,098
100,0
|
Dari
tabel tersebut dapat diidentifikasi bahwa presentase penggunaan lahan di Desa
Jatimalang paling banyak digunakan untuk tanah pertanian, yaitu untuk sawah
tadah hujan. Tanah pertanian juga mencakup sebagian dari tanah pekarangan, tetapi tidak tersedia data
yang pasti tentang luas pekarangan yang digunakan untuk usaha pertanian. Tanah
pertanian pekarangan ditanami dengan pohon buah-buahan dan pohon yang diambil
buahnya untuk dibuat bahan makanan. Tanah pekarangan juga digunakan penduduk
sebagi sumber pendapatan, yaitu melalui kegiatan nderes (mengambil air
nira pohon kelapa untuk dibuat gula jawa), sehingga tanaman pekarangan ini
mempunyai nilai ekonomis penting bagi penduduk.
Penduduk
Desa Jatimalang berjumlah 1253 orang terdiri dari 582 laki- laki (46,4 %) dan
671 perempuan (53,6 %). Jumlah Kepala Keluarga (KK) ada 295, terdiri dari 287
keluarga yang KK-nya laki-laki dan 8 KK perempuan. Penduduk Desa Jatimalang
rata-rata telah menyelesaikan pendidikan Sekolah Dasar (SD), yaitu sebanyak 499
orang (69,1 %). Lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak 113 orang (15,6
%), lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) sebanyak 102 orang (14,1 %), lulusan
Akademi 1 orang (0,2 %), dan lulusan Sarjana sebanyak 7 orang (1 %).
Mata pencaharian
penduduk Desa Jatimalang cukup beragam. Namun, mayoritas penduduk
bermatapencaharian sebagai petani. Berikut tabel yang memuat keadaan mata
pendahariaan Desa Jatimalang.
Tabel
2. Keadaan penduduk Desa Jatimalang menurut mata pencaharian
Mata
pencaharian
|
Jumlah (orang)
|
Persentase (%)
|
Tani
|
658
|
70,8
|
Nelayan
|
95
|
10,2
|
Karyawan
swasta
|
93
|
10,0
|
Buruh tani
|
32
|
3,4
|
Pertukangan
|
27
|
2,9
|
TNI/ABRI
|
9
|
1,0
|
PNS
|
7
|
0,8
|
Wiraswasta
|
6
|
0,6
|
Pensiunan
|
2
|
0,2
|
Jasa
|
1
|
0,1
|
Jumlah
|
930
|
100,0
|
Sumber
: Monografi Desa Jatimalang, 2003
Tabel tersebut
menunjukkan bahwa sektor pertanian menjadi tumpuan di desa ini. Sebagian besar
penduduk bekerja sebagai petani, karena memang lahan di desa ini adalah sawah
tadah hujan dan pekarangan. Selain itu, di Desa Jatimalang juga terdapat sektor
perikanan, yang terdiri dari perikanan darat dan perikanan laut. Perikanan
darat meliputi penangkapan ikan di sungai dan budidaya tambak. Perikanan laut
meliputi penangkapan ikan di pesisir pantai dan laut.
Penduduk Desa
Jatimalang masih mempolakan hubungan berdasarkan ikatan ketetanggaan,
kekerabatan, dan keagamaan. penduduk Desa Jatimalang masih menganut pola
masyarakat komunal, yaitu kesatuan masyarakat yang relatif kecil dan homogen
ditandai oleh pembagian kerja yang minimal dan masih terikat kuat kepada
tradisi. Dua golongan sosial utama yang dikenal pada masyarakat komunal adalah
tokoh terkemuka dan penduduk biasa. Tokoh terkemuka di Desa Jatimalang mencakup
pemuka agama, pejabat desa, tokoh terpelajar, dan orang kaya. Kerja sama dalam
hubungan komunal di Desa Jatimalang diwujudkan dalam sistem sambatan, sumbangan,
dan pirukunan. Sambatan adalah tolong-menolong dalam bentuk
pengerahan tenaga manusia untuk membantu menyelesaikan pekerjaan rumah tangga,
seperti pembangunan rumah, pesta perkawinan, penguburan jenazah, dan kenduri
atau slametan. Sumbangan adalah tolong-menolong dalam bentuk
pemberian barang atau uang untuk biaya penyelesaian pekerjaan rumah tangga,
seperti penyelenggaraan pesta perkawinan dan upacara kematian. Pirukunan adalah
perkumpulan yang bertujuan untuk saling membantu dalam penyediaan pemenuhan
konsumsi rumah tangga, seperti pesta perkawinan dan pembangunan rumah dengan
menerapkan prinsip pertukaran yang sepadan. Berbagai upacara keagamaan juga
diselenggarakan di Desa Jatimalang yang didasarkan atas tradisi Islam setempat,
seperti tahlilan, kenduren, ruwahan, dan pengajian. tahlilan
adalah upacara agama yang berintikan pembacaan tahlil (bacaan suci
yang bertema pengakuan terhadap Keesaan Tuhan) dalam rangka mendoakan arwah
leluhur. Kenduren adalah upacara agama yang berintikan pembacaan doa
keselamatan dan pembagian makanan berupa nasi dan laukpauk. Ruwahan merupakan
kegiatan seperti kenduren yang diadakan setiap tahun pada bulan ruwah
menurut tahun Jawa Islam dengan maksud mendoakan keselamatan leluhur dalam
menjalani hidup di alam akhirat.
2.
Sebutkan dan jelaskan faktor-faktor yang
menjadi penyebab terjadinya diferensiasi dan stratifikasi sosial pada daerah
tersebut!
Stratifikasi
sosial nelayan di Desa Jatimalang didasarkan oleh beberapa hal, yaitu:
·
Berdasarkan Penguasaan Alat Produksi Penangkapan
Ikan
Penguasaan
dalam hal ini berbentuk kekuasaan formal atau kekuasaan efektif. Contoh
kekuasaan ini adalah apabila sebidang tanah disewakan kepada seseorang, maka
orang itu yang efektif menguasainya. Hal ini menimbulkan adanya pembagian
kekuasan dalam hal penguasaan alat produksi, yaitu juragan dan buruh. Nelayan yang
menguasai alat produksi penangkapan ikan secara formal umumnya disebut sebagai
“juragan”, sedangkan nelayan yang bekerja pada nelayan juragan disebut sebagai
“buruh”. Nelayan juragan tidak dituntut memiliki kemampuan dalam proses
produksi penangkapan ikan, sedangkan nelayan buruh harus mempunyai kemampuan
dalam proses produksi penangkapan ikan. Nelayan yang menduduki posisi sebagai
seorang tekong harus mempunyai kemampuan dan keterampilan dalam mengemudikan
perahu.
·
Berdasarkan penguasaan
alat produksi pertanian, perikanan budidaya, dan peternakan
Adanya ragam
pekerjaan nelayan, yaitu nelayan penguasa (nelayan juragan) yang menguasai
lahan warisan, nelayan tekong dan ABK yang tidak menguasai lahan persawahan
rata-rata merupakan nelayan muda yang belum atau sudah berkeluarga tetapi belum
memiliki tempat tinggal sendiri dan masih
menumpang di
rumah orang tua atau saudara, dan nelayan jaring eret dan sungai yang menduduki
peringkat pertama dalam hal penguasaan lahan.
Direfensiasi
sosial di Desa Jatimalang disebabkan oleh adanya perbedaan tingkat usia.
Mayoritas nelayan yang menangkap menggunakan PMT berusia antara 19-30 tahun,
sedangkan nelayan sungai dan jaring eret mayoritas merupakan nelayan
yang berusia di atas 30 tahun.
3.
Jelaskan
pandangan dan kesimpulanmu mengenai dampak stratifikasi dan diferensiasi sosial
yang terjadi pada daerah tersebut!
Hubungan antar lapisan sosial nelayan di
Desa Jatimalang tidak berjarak dan tidak menimbulkan permusuhan di antara
nelayan. Semua nelayan sama sekali tidak merasa keberatan untuk menerima dan
bekerja sama dengan nelayan yang berasal dari lapisan yang berbeda. Hubungan
sosial ini terwujud dalam kehidupan berkeluarga, bertetangga, dan berteman.
Kelompok strata yang berbeda juga tinggal dalam lingkungan kompleks yang berdekatan.
Modul 7
1.
Deskripsi kegiatan ekonomi dan kedudukan
sosial yang ada pada daerah tersebut!
Perekonomian
di Desa Jatimalang yang paling banyak adalah di sektor pertanian dan perikanan. Lahan di desa ini banyak digunakan
sebagai sawah tadah hujan, dan pekarangan milik warga juga ditanami tanaman
untuk dijual. Sehingga sangat terlihat bahwa di desa ini, sektor pertnanian
sangat berperan. Selain itu, sektor perikanan juga sangat berperan. Penduduk
desa banyak yang bekerja sebagai nelayan. Mereka bekerja sama antara buruh dan
juragan, untuk memenuhi kebutuhan ekonomi.
Keadaan
sosial di Desa Jatimalang berdasarkan kekeluargaan, agama, dan kekerabatan.
pola hubungan sosial yang seperti ini menandakan bahwa penduduk Desa Jatimalang
masih menganut pola masyarakat komunal, yaitu kesatuan masyarakat yang relatif
kecil dan homogen ditandai oleh pembagian kerja yang minimal dan masih terikat
kuat kepada tradisi. Dua golongan sosial utama yang dikenal pada masyarakat
komunal adalah tokoh terkemuka dan penduduk biasa. Tokoh terkemuka di Desa Jatimalang
mencakup pemuka agama, pejabat desa, tokoh terpelajar, dan orang kaya.
Kedudukan
sosial pada kegiatan perekonomian di Desa Jatimalang dibedakan sbb:
·
Nelayan juragan: Nelayan pemilik perahu
dan alat penangkap ikan. Nelayan ini memiliki tanah yang digarap pada waktu
paceklik.
·
Nelayan pekerja, yaitu nelayan yang
tidak memiliki alat produksi dan modal, tetapi memiliki tenaga yang dijual
kepada nelayan juragan untuk membantu menjalankan usaha penangkapan ikan di
laut. Nelayan ini disebut juga nelayan
penggarap atau sawi (awak perahu
nelayan).
·
Nelayan pemilik merupakan nelayan yang
kurang mampu. Nelayan ini hanya mempunyai perahu kecil untuk keperluan dirinya
sendiri dan alat penangkap
ikan sederhana, karena itu disebut juga nelayan
perorangan atau nelayan miskin.
Link jurnal:
http://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&cad=rja&uact=8&ved=0CBsQFjAA&url=http%3A%2F%2Fculis.web.ugm.ac.id%2FSKRIPSI_LAILA.pdf&ei=52BVVI79K4OTuQTL74DIAQ&usg=AFQjCNG6pOeahfxXQfkMGQnDsuOKiVTdOA&bvm=bv.78677474,d.c2E
Selasa, 28 Oktober 2014
Allah Knows You're Tired
Udah baca
tulisan di atas kan? Kita semua pasti pernah mengalami fase, dimana kita
ngerasa lelah, capek, lagi berada di fase sulit, maunya ngeluh mulu. Kita pasti
pernah mikir, kenapa Allah ngasih cobaan yg beraaatttt banget. Cobaan yg bikin
kita ngerasa pengen give up, pengen skip ajadeh pokoknya. Pernah ga sih, kalian
mikir “Kenapa sih dikasih cobaan yg berat banget, kenapa kok dikasih jalan
kayak gini, kenapa ga sesuai sm keinginanku?”
Kalian tau kan
kalo Allah itu sayang banget sm kita? Salah satu bentuk sayangnya itu lewat
ujian yg diberikan ke kita. Sama kayak bentuk kasih sayang orang tua, terkadang
orang tua melarang dan marah sama kita gara-gara hal tertentu. Itu semua mereka
lakuin karena mereka gamau anaknya celaka, mereka gamau anaknya salah arah,
karena orang tua sayang banget sama kita. Bentuk kasih sayang itu emang ga
selalu indah, engga melulu kita dikasih apa yg kita mau. Sama kayak Allah,
bentuk kasih sayangNya juga macam-macam. Salah satunya dengan ngasih cobaan ke
hambanya. Saat hamba diberi cobaan, hamba itu sebenernya lagi diuji seberapa
kuat imannya. Kalo pas lagi diuji hamba itu ttep bisa inget dan deket sm Allah,
pasti Allah akan mengangkat derajatnya dan ditambah pahalanya. Tapi kalo diuji
bawaannya marah-marah mulu, Allah gaakan ngangkat derajatnya. Makanya sebisa
mungkin, ayo kita berhenti mengeluh. Ingat, Allah gaakan ngasih cobaan yg
melebihi batas kemampuan hambaNya. Kalo kata temen aku ya, “Orang-orang yg
diuji sm Allah itu orang yg spesial, yang derajatnya tinggi, mereka itu ksatria
yg dicintai Allah” makanya ayo, sekarang diminimalkan ngeluhnya. Kan susah tuh
kalo langsung hilang hobi suka ngeluhnya, jadi dikurangi dikit-dikitlah,
diminimalkan hehe. Emang sih nulis atau ngomong itu ga segampang ngelakuin,
Dinda jg masih belajar kok, kita sama-sama belajar guys
. Kalo pas ada masalah, ngadu aja ke Allah, makin mendekatkan diri ke Allah,
pasti bakal dibantu kok. Percaya aja kalo dibalik cobaan pasti ada hikmahnya,
yakin kalo apa yg kita lakuin gaakan sia-sia. Kata temen aku lagi nih, bayangin
aja kita lagi ada di pertandingan. Kan pasti banyak cobaannya tuh, nah kalo mau
nyampe finish doang gampang. Tapi kalo mau nyampe finish sambil ngangkat piala
itu yg luar biasa, butuh perjuangan ekstra keras. So, semangat terus guys! Complain
less, pray more and hard work.
Have a good
day :)
Langganan:
Komentar (Atom)
